Mimpi Buruk Telkom Flash

22 07 2008

Saya sudah berlangganan Telkom Flash paket unlimited hampir satu bulan. Apa yang saya dapat? mimpi buruk. Hampir 90% waktu yang dihabiskan adalah menggerutu karena tak pernah dalam jangka waktu lama koneksi bisa stabil. Koneksi lambat bahkan super lambat merupakan habit si produk perusahaan telko dan IT terbesar di Indonesia ini. Beberapa kali complain diajukan tetap saja tak memberikan solusi. Mengapa produk yang belum siap ini harus buru-buru diluncurkan?





Menjelang Pemilu, FPI, Gus Dur, Muzadi

12 06 2008

Semua orang tahu menjelang pemilu 2009 mereka yang ‘pede’ politik akan melakukan banyak manuver. Terakhir soal Hasyim Muzadi (ketua umum PBNU) mendeklarasikan dukungannya terhadap FPI. Apa di balik pernyataannya itu? Pertama, dia bukanlah seorang demokrat tulen, kedua membuka dirinya sebagai lawan politik Gus Dur, ketiga, dia tahu relasi massa dan poltik FPI cukup besar (FUI, Persis, PBB, PKS, GMP, MUI, dan sejenisnya) untuk menjadi kendaraan politiknya. Perpecahan di tubuh PKB telah menyeret Muzadi (atau dia juga inisiator?) untuk segera memihak, tentu saja Muhaimin, karena jelas Muhaimin tidak akan mendukung Gus Dur jika mantan Presiden ini akan didudukan kembali ke RI 1.

Kembali ke ranah keyakinan, saya sangat menyayangkan pernyataan Hasyim Muzadi mengenai sesatnya Ahmadiyah, terlepas dari apa motifnya. Pernyataan iniĀ  seperti bertolak-belakang dari kultur NU yang moderat. Saya ‘ngeri’ jika Muzadi bisa mempengaruhi cara berpikir para nadhiyin karena cenderung bisa menggiring organisasi ini menjadi FPI versi raksasa.

Bagaimana dengan Gus Dur? Sulit ditebak. Memang dalam kondisi irasional saat ini tempat Gus Dus yang tepat adalah dipojok, menunggu semua tenang. Berdebat dengan mereka yang memilih menggunakan otot hanya akan membuatnya tersudut. Persoalan PKB dan FPI, saya sakin, membuatnya stres tidak kepalang.
Namun, kita bakal tahu bahwa NU pun nanti terpecah, selain PKB tentu, saat pemilu.





FPI: Bubar atau Tidak?

3 06 2008

Setelah aksi ‘luar biasa’-nya terhadap sekelompok demonstran berplang AKK-BB, mari kita bertaruh, apakah Front Pembela Islam (FPI) akan dibubarkan atau tidak? Saya memilih jawaban: tidak. Alasannya? Sederhana, pemerintah Indonesia tidak pernah tegas. Pemerintah akan berasumsi bahwa pembubaran ormas ilegal ini (tanpa badan hukum) akan memicu pertikaian lebih besar dan sulit diselidiki karena mereka akan beraksi secara sendiri-sendiri (tanpa embel-embel organisasi). Dan, alasan yang paling jitu adalah FPI tidak bisa dibubarkan karena FPI memang bukan sebuah organisasi yang terdaftar di negara. Ya, karena memang tidak punya badan hukum, hehehehe.

Berbeda dengan topik di atas, saya baru saja menyimak pernyataan bos FPI, Habib Riziq, bahwa FPI tidak terlibat dalam kasus Monas. Pernyataan aneh? Tentu tidak. Pernyataan tersebut sudah biasa kita dengar dari mulut para politisi setiap hari dan tentu saja para koruptor yang tertangkap tangan. Habib sedang bermain sirkus logika untuk dipertontokan kepada orang-orang waras. Sayang, sirkusnya terkesan amatir.





This One Will Make You Cry

13 05 2008

I never cry for a singer but not for this one. Paul Potts, a contestant of British Got Talent, a reality show programme in UK, shown me inexpecting ‘miracle’ from an ‘inappropiate’ figure. He was a cellphone salesman with lack of confidence even scared when he step on stage. Simon Cowell, one of the judges also known as the most cynical judge in American Idol, seems very underestimated him but NOT when he started sing ‘Nessu Durma’.