Akhirnya kami punya kesempatan untuk melihat “penampakan” itu sendiri dan merekamnya dengan kamera. Hal itu bisa dilaksanakan setelah kami bertemu paranormal tersebut.
Tidak perlu jauh-jauh ke Jawa Timur ternyata karena sang paranormal sedang bertugas menangkap hantu di sebuah rumah milik artis terkenal di Jakarta. Setelah sedikit prosesi dalam sebuah ruangan di rumah mewah ini maka tiba-tiba ada suara melenguh kecil dan bayangan yang berkelabatan. Bayangan tersebut tiba-tiba menjadi sebuah tubuh perempuan tinggi besar (sekitat 190 cm) berbaju putih kotor dengan rambut panjang semrawut.
Suasana mendadak berubah dan udara suhunya menurun drastis. Sang Paranormal mempersilahkan cameraman kami mengambil gambar. Sayang sekali kamera kami, Sony DSR PD150P, tidak bagus untuk ruang miskin cahaya. Akal bulus dicoba yaitu menyalakan korek api di wajah sang hantu. Namun satu hal lucu terjadi ketika korek api dinyalakan di wajahnya, sang hantu maju selangkah dan sontak semua saksi terhenyak dan mundur. Satu lagi, sang paranormal ini memang suka bercanda. Ia berpura-pura mau melarikan diri! Tentu saja tim kami hampir saja ikut terbirit-birit. Ahlinya saja kabur bagaimana tidak tegang, kan?
Hantu tersebut sempat jalan-jalan dulu ke beberapa ruangan yang berhubungan dengan ruangan kami. Setelah itu sang paranormal memperlihatkan aksi penangkapan dengan menipunya untuk masuk ke sebuah kendi.
Kenapa mukanya selalu menunduk ke bawah? “Dia sedang mecari makanan yang berupa sesajen itu”, begitu jawab sang ahli hantu ini.
Pengalaman menelisik alam lain ini akan kami ulangi lagi malam ini dengan pewujudan harimau di rumah salah seorang warga Cinere, Jakarta. Kali ini kami membawa perlatan lengkap.
Pertanyaan lain, mahluk apakah ini yang sepertinya tersiksa dan tak berdaya begitu?
Menyaksikan dua orang terkemuka di dunia jazz Indonesia bermain bersama merupakan pengalaman yang mengharu birukan saya. Jazz di Indonesia miskin repertoar dan panggung. Selain itu hanya sedikit saja pemusik yang dikenal luas secara Internasional. Dua diantara dari sedikit jazzer itu adalah Indra Lesmana dan Bubi Chen.
Recent Comments