Banyak teman bertanya apa yang membedakan musik yang mereka mainkan dengan Jazz? Barangkali salah satu jawaban terdekat adalah Swinging. Swinging bisa diartikan sebagai “dialek” atau “aksen” ketika kita berbahasa lisan. Semakin kental swinging semakin kentara musik adalah sebuah Jazz walaupun bukan satu-satunya parameter.
Jazz yang berakar dari Blues memiliki karakter khusus dalam struktur komposisinya. Orang-orang yang biasa bermain Jazz biasanya mulai mengenal musik itu dengan membiasakan diri masuk dalam format 2-5-1. 2-5-1 adalah jalur progresi chord. Misalnya sebuah komposisi dengan Key C, maka jalurnya adalah Dm-G-C. Lalu lintas chord itu terus dimainkan (biasanya dalam kerapatan satu bar dan dua bar untuk Key ) dengan tempo sedang untuk Swing dan cepat untuk Bebop. Jazz pun mengenal struktur intro – song – refrain – coda, hanya dengan pendekatan berbeda. Pendekatan itu semakin kompleks kalau sudah berbicara soal Free Jazz, sebuah genre yang berkembang di kawasan Eropa terutama Perancis.
Atmosfer musik Jazz dibangun pula dari skala notasi yang khas. Bila musik konvensional sering berjalan di atas skala murni (Do-re-mi-fa-sol-la-ti-do) maka Jazz seringkali memodifikasi hal itu. Anda akan terbiasa mendengar skala bernama Lidyan, Erolian, Mixolidyan, Blues, Pentatonic dll jika mulai ingin belajar Jazz. Setiap skala ini menghasil berbagai variasi khas Jazz dan seorang Jazzer yang baik harus bisa menempatkannya pada waktu yang tepat dalam sebuah komposisi.
Improvisasi adalah Spirit Jazz
Dengan konteks musikal yang serba liberal (kecuali standard pitch: 144 Hz untuk A) maka Jazz menyediakan banyak ruang untuk diekplorasi para musisinya. Dalam ruang inilah seorang Jazzer memperkenalkan dirinya serta emosinya.
Tentu saja improvisasi memerlukan keterampilan khusus seperti penjelajahan skala, membangun melodi yang artistik, dan presisi dalam mengikuti irama serta lalu-lintas komposisi.
Kenapa Notasi Pembentuk Chord di Jazz Lebih Kaya?
Jawabannya adalah memang disengaja untuk menampung banyak alternatif melodik. Anda akan mulai mengenal Cm9, FAug, G Half Dim, dll jika mulai bermain Jazz.
Gambar sebelah kiri tulisan ini adalah karya pertama saya untuk cover buku. Buku yang baru saja terbit ini berjudul “Konflik dan Pemilu”, sebuah kompilasi hasil penelitian dan diskusi kelompok peneliti bernama Interseksi.
Setelah lelah bermain
Recent Comments